Minggu, 21 Oktober 2012

Oto-Tips: Yamaha Scorpio
Sederet Problem Scorpio, Bagaimana Solusinya?

OTOMOTIFNET - Setelah Honda Tiger, Yamaha Scorpio jadi motor sport turing pabrikan Jepang yang banyak penggemarnya. Dengan kapasitas mesin 225 cc, tentu si Kalajengking punya power yang bisa diandalkan. Baik saat diajak melibas jalanan menanjak maupun trek lurus.

Namun tetap saja namanya motor, pemakaian secara berkala membuat kondisinya tak prima lagi. Dan keadaan seperti ini, membuat beberapa pengguna Scorpio mulai mengeluh. Mau tahu apa aja? Jangan ke mana-mana, soalnya ada solusinya lo.

Mesin Cepat Panas

Dengan kapasitas mesin 225 cc, sepertinya Scorpio disetting untuk bisa mendapatkan performa tinggi dan tidak gampang haus. “Tapi ternyata hal itu ada konsekuensinya, lo. Asupan bahan bakar yang miskin, membuat mesin terasa cepat panas,” terang Heriyanto, mekanik bengkel khusus Scorpio Tri Motor, di Jl. Joglo Raya, Jakbar.

Untuk urusan ini, dipakai solusi setting ulang karburator. Kalau main jet standar Scorpio ukurannya 110, maka bisa dinaikkan jadi 115. Solusi lainnya dengan membiarkan main jet pakai standar, tapi pilot jetnya di-upgrade. Dari bawaan pabrik yang pakai ukuran 17,5, dinaikkan jadi 22,5.

Sokbreker Amblas

Bawaan lahir, Scorpio sudah mengusung teknologi monosok pada suspensi belakangnya dan jadi banyak digandrungi para rider Tanah Air. Namun teknologi itu banyak yang mengeluhkan. “Terlalu amblas. Apalagi kalau dipakai boncengan,” kata Isharyanto, pembesut Scorpio 2004 asal Bekasi.

Dengan banyaknya keluhan di bagian tersebut, membuat Igun, empunya RPM motor di Jl. Muh. Khafi I, Ciganjur, Jaksel putar otak buat cari solusi. Dengan modal pelat besi setebal 8 mm, Igun coba mendesain ulang relay arm standar Scorpio.

“Dengan pasang perangkat itu, bisa bikin buritan nungging sekitar 5 cm. Jadinya tidak ambles lagi saat berboncengan,” ujar mekanik yang kasih patokan harga Rp 180 buat bikin dan pasang part tersebut.

Knalpot Nembak

Lantaran Scorpio sudah dilengkapi AIS yang berfungsi untuk menekan emisi gas buang, peranti ini oleh para mekanik dirasa malah bikin nembak-nembak pada knalpot. “Suaranya seperti ada kebocoran udara pada knalpot. Tapi kalo lubang AIS itu disumbat pakai baut atau penyumbat lain, suara nembak langsung hilang,” imbuh Igun.

“Solusi lain, bisa setting ulang karburator. Yakni dengan mengganti main jet standar (ukuran 110) dengan ukuran 115, serta menaikkan satu step setelan jarum skep,” imbuh Trisno, empunya Ario Motor di Jl. Raya Srengseng, Kebon Jeruk, Jakbar.

Kampas Kopling Cepat Habis

“Hal ini terjadi, salah satunya karena banyak pembesut yang sengaja menyetel koplingnya terlalu keras (rapat), sehingga saat mesin hidup, pelat kopling serta kampas kopling di dalam bak kopling sudah saling bergesekan, meskipun tuas kopling belum ditarik,” imbuh Heriyanto.

Solusinya, pria ramah ini biasa menyetel kopling Scorpio konsumennya lebih renggang. Tujuannya agar saat mesin hidup, posisi kampas kopling masih renggang, ditambah lagi agar oli mesin bisa dengan lancar masuk di sela-sela kampas dan pelat kopling serta melumasi ke seluruh bagian.

“Oh ya, jangan sekali-sekali beli kampas dan pelat kopling imitasi. Akibatnya, tak sampai 1 tahun akan minta ganti lagi,” wanti Heri, sambil menunjukkan pelat kopling tiruan dengan titik-titik permukaan gesek sedikit dibanding pelat kopling orisinal dengan titik-titik banyak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar